Home / Ulasan Produk / Review: ‘ESPectro Core’ Development Board Keren Made in “Bandung” Indonesia

Review: ‘ESPectro Core’ Development Board Keren Made in “Bandung” Indonesia

Hi Makers,

Apa kabar ? Hari ini penulis akan mengulas development board keren buatan DycodeX yaitu ESPectro Core. Teman-teman dari Bandung ini berharap agar para maker dari pemula hingga ahli dapat fokus membangun aplikasi embeddednya secara cepat dan mudah. Berbasis ESP8266 dengan modul seri ESP-12F dari AI-Thinker, dan beberapa fitur seperti auto / manual flashing, programmable LED, RGB LED, dan On-Board Button memudahkan kita untuk mulai berkreasi dengan modul inti ini.

Hardware

img_1912

Seperti kita ketahui, ESP8266 adalah mikrokontroller dengan prosesor Tensilica Xtensa LX106 80 Mhz, mikrokontroller ini sudah memiliki WiFi built-in sehingga cocok untuk aplikasi Internet of Things, mikrokontroller ini diproduksi oleh perusahaan asal China, Espressif Systems.

Tipe ESP12F ini memiliki fungsionalitas yang sama dengan ESP12E hanya dioptimasi lagi untuk jarak jangkauan komunikasinya (antenna) sebesar 30% hingga 50%. Berikut adalah detail spesifikasi dari ESP 8266:

ESPectro Core menambahkan beberapa fitur lagi dalam modulnya antara lain:

  • Break-out dari ESP-12F pin yang bisa langsung dipasang pada breadboard, Espectro Base, atau Espectro Arduino Breakout.
  • Built-in USB to TTL
  • Auto-flashing,sehingga tidak perlu menekan reset and flash button sebelum mengupload sketch atau firmware
  • Reset, flash button
  • Built-in programmable LED, button
  • RGB LED (WS2812 atau nama dagangnya Neopixel), dapat dimanipulasi dengan GPIO bit-banging atau I2S
  • 1 Konektor I2C Grove (dapat dihubungkan ke modul-modul grove-nya Seeed Studio)
  • Pin header yang dapat digunakan langsung ke I2C OLED display
  • Ekternal Power: LiPo battery menggunakan JST connector, atau bisa dengan 5V~6V konektor Micro USB

Programming

Kita memiliki beberapa SDK untuk memprogram mikrokontroller ini, beberapa diantaranya :

  1. ESP-Open-SDK berbasis GCC Toolchain dari Max Filippov
  2. NodeMCU, koding dengan Lua
  3. ESP8266 Arduino Core, C++ Library, koding seperti koding arduino
  4. MicroPython
  5. ESP8266 Basic, dengan basic intepreter

Satu hal lagi, modul ini sangat terjangkau, dapat langsung dipesan melalui webnya pada tautan ini.

Oke, supaya makin seru, penulis membuatkan satu video tutorial cara memrogram “Hello World” dengan ESPectro Core ini, silakan menikmati.

Salam Maker

3,000 total views, 3 views today

About Muhammad Ibnu Fadhil

Penulis kode, pedagang aplikasi perkantoran, implementator integrasi sistem, memiliki UKM yaitu gravicode.com, mendirikan komunitas kecil gadgeteer Indonesia, mendedikasikan diri untuk membangun produk dan jasa yang bermanfaat untuk ummat terutama di bidang teknologi informasi.

Check Also

Mengenal Samsung ARTIK 5 (ARTIK 520) Board

  Samsung ARTIK merupakan produk baru dari Samsung untuk bidang IoT. Sejak 2 tahun terakhir …